SIMOKUdirancang sebagai inovasi berbasis teknologi informasi di bidang kefarmasian yang dapat membantu petugas kefarmasian dalam melaksanakan kegiatan pelayanan kefarmasian sesuai pedoman yang ditetapkan secara efektif dan efisien, dan dapat menyediakan informasi yang tepat, akurat, relevan, dan akuntable dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian. Penyelesaiantransaksi akuisisi saham PT Ethica Industri Farmasi telah dilakukan dengan nominal Rp 163,45 miliar. "Akuisisi PT Ethica Industri Farmasi ini terjadi sebagai bukti nyata inovasi yang kami terus lakukan dengan menambahkan segmen produk baru di bidang injeksi dalam rangkaian produk yang dimiliki Pyridam Farma. Penelitianini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana proses difusi inovasi dalam program e-health di Puskesmas Kalijudan Kota Surabaya. Difusi inovasi dipilih karena program e-health merupakan inovasi atau ide baru dalam bidang pelayanan kesehatan. Halosahabat pena, pada kesempatan kali ini kita akan membahas peran farmasi dalam menjamin kesehatan masyarakat di revolusi industri 4.0 . Sebagai salah satu bidang yang bergerak di bidang kesehatan, tentunya kesehatan masyarakat juga merupakan tanggung jawab dari seorang farmasis yang bekerja sama dengan pelayanan kesehatan lainnya sehingga kerja sama antara satu sama lain tercapai. PuskesmasDinoyo kembali membuat inovasi yang bermanfaat bagi pasien, khususnya layanan laboratorium. Sebelumnya, Puskesmas Dinoyo yang diwakili oleh dr. Ida Megawati dan Budi Ari Bowo, A.Md.An.Kes berkoordinasi aplikasi ANTAR bersama Kadis Kominfo Kota Malang di Gedung Block Office Kota Malang. MAUMERE- Menerapkan tiga program inovatif dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien, menghantarakan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Lekebai, Kecamatn Mego, Kabupaten Sikka meraih peringkat Madya dalam akreditasi yang dilakukan Kementerian Kesehatan RI pada 2017. ProgramInovasi SARMA PUSPA merupakan program yang bertujuan untuk mewujudkan prinsip FIFO (First In First Out) FEFO (First Expired First Out) dalam kefarmas Penelitianini untuk mengetahui gambaran pengelolaan obat kedaluwarsa di Puskesmas wilayah Kota Serang tahun 2017. Desain penelitian ini menggunakan studi deskriptif dengan metode observatif. Lokasi penelitian dilakukan di Puskesmas wilayah Kota Serang. Responden penelitian adalah pengelola obat dan kepala puskesmas sebanyak 32 orang responden. Puskesmas Bantul I NO NAMA INOVASI DESKRIPSI TAHUN PENERIMA MANFAAT INOVASI 1 SABU-SABU Puskesmas Bantul I SambangBumil Bufas. Kunjungan rumah ibu hamil dan ibu nifas. Kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu upaya penurunan kematian ibu di wilayah Puskesmas Bantul I, yang dikunjungi meliputi semua ibu hamil dan ibu PerwakilanTim Farmasi Kecamatan Cakung, Gustaprani Brajantoro, menjelaskan, inovasi tersebut terinspirasi dari wilayah Kecamatan Cakung sendiri dengan jumlah penduduk besar. "Tujuan inovasi ini meningkatkan dan pengawasan penggunaan obat secara rasional di masyarakat tugas pokok apoteker. Jadi ini yang spesial dari farmasi dan enggak ada di GARDUKELOLA merupakan program inovasi Puskesmas Piyungan yang bekerjasama dengan keluarga, tokoh masyarakat dan lintas sector kecamatan, kabupaten, serta provinsi. Pada awal inisiasi kegiatan dimulai dengan dilakukan pendataan, menentukan dusun sasaran, penjaringan lansia bermasalah yang perlu dikunjungi, koordinasi dengan lintas sekor, kemudian dilakukan kunjungan/ home care dan evaluasi hasil kunjungan. Inovasidemi Pasien Puskesmas Date 26 Juni 2011 Mengalami kesulitan membaca tulisan dokter pada secarik resep menjadikan Irma Melyani Puspitasari (32) yang saat itu menjadi apoteker bertekad membuat perubahan. Resep tidak harus identik dengan tulisan steno—atau acak-acakan—dari para dokter yang hanya bisa dibaca oleh segelintir orang. Penelitiandilakukan dalam waktu 3 bulan di 63 Puskesmas kota Surabaya dengan responden 63 dokter. Instrumen yang digunakan "Kuesioner Kolaborasi Dokter" yang meliputi variabel bebas (karakteristik pertukaran dengan domain kepercayaan, hubungan inisiasi dan peran spesifikasi) dan variabel terikat (praktik kolaborasi). 1 POSBINDU di Desa wilah kerja Puskesmas Air Itam. 2. Penyuluhan tentang penyakit pada saat Posbindu: 29: IMS: BEBAS IMS. BErsatu BerantAS IMS: 1. Pendataan dan pemetaan tempat Hospot. 2. Pemerikassan Syhpilis dan HIV pada masyarakat yang beresiko. 3. Sosialisasi pencegahan primer pada usia reproduksi di sekolah. 4. BirokrasiPancasila: Jurnal Pemerintahan, Pembangunan, dan Inovasi Daerah Vol. 3, No. 1, Desember 2021 hal 38-49 Kejadian kesalahan pemberian obat kepada pasien memiliki potensi dampak hukum Ruang tunggu pasien di farmasi puskesmas dipasang X-banner yang berisi alur pengambilan obat yang belaku di farmasi. 0 5 10 15 20 25 Laki-Laki Perempuan fR8OWPb. – Sebagai seorang dokter dengan pengalaman 10 tahun, saya telah melihat betapa pentingnya peran farmasi dalam kesehatan masyarakat. Puskesmas sebagai lembaga kesehatan primer memiliki potensi besar untuk mengembangkan inovasi farmasi yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa topik terkait dengan membangun inovasi farmasi di puskesmas untuk kesehatan masyarakat. Mari kita lihat lebih detail bagaimana puskesmas dapat memanfaatkan potensi farmasi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. 1. Peningkatan Akses Obat-Obatan Salah satu masalah utama dalam pelayanan kesehatan di puskesmas adalah akses terhadap obat-obatan. Banyak puskesmas di daerah terpencil atau perbatasan memiliki keterbatasan dalam persediaan obat-obatan yang diperlukan. Dalam mengembangkan inovasi farmasi, puskesmas dapat memperbaiki sistem persediaan obat-obatan dan distribusinya, sehingga masyarakat dapat lebih mudah mendapatkan obat yang mereka butuhkan. Selain itu, puskesmas dapat memperluas jangkauan akses obat-obatan dengan menerapkan layanan pengiriman obat-obatan ke rumah pasien. Dengan cara ini, pasien yang kesulitan untuk datang ke puskesmas dapat tetap mendapatkan obat yang mereka butuhkan dengan mudah dan cepat. Puskesmas juga dapat memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan akses obat-obatan, seperti aplikasi kesehatan yang memungkinkan pasien untuk memesan obat secara online dan diantar ke rumah mereka. 2. Peningkatan Kualitas Obat-Obatan Tidak hanya akses, kualitas obat-obatan juga sangat penting dalam pelayanan kesehatan. Puskesmas dapat mengembangkan inovasi farmasi dengan memperbaiki sistem pengawasan dan pengendalian mutu obat-obatan yang digunakan. Puskesmas juga dapat memanfaatkan teknologi untuk memantau kualitas obat-obatan, seperti penggunaan alat uji kualitas obat. Dengan cara ini, puskesmas dapat memastikan bahwa obat-obatan yang digunakan aman dan efektif untuk pasien. Selain itu, puskesmas dapat meningkatkan kualitas obat-obatan dengan menggunakan obat generik berkualitas tinggi. Dengan cara ini, pasien dapat mendapatkan obat-obatan yang sama efektifnya dengan obat paten, namun dengan harga yang lebih terjangkau. 3. Peningkatan Edukasi Kesehatan Masyarakat Selain memberikan obat-obatan, puskesmas juga memiliki peran penting dalam penyuluhan dan edukasi kesehatan masyarakat. Dalam mengembangkan inovasi farmasi, puskesmas dapat memperkuat program edukasi kesehatan dengan mengintegrasikan informasi tentang obat-obatan. Puskesmas dapat melaksanakan program penyuluhan tentang penggunaan obat-obatan yang aman dan efektif, serta memperkenalkan obat generik berkualitas tinggi kepada masyarakat. Dengan cara ini, masyarakat dapat lebih memahami pentingnya penggunaan obat-obatan yang tepat dan aman. Puskesmas juga dapat mengembangkan program edukasi kesehatan yang lebih interaktif, seperti kelas masak sehat atau senam sehat yang melibatkan konsumsi obat-obatan yang tepat. 4. Peningkatan Kerjasama antara Puskesmas dan Industri Farmasi Kerjasama antara puskesmas dan industri farmasi dapat membantu meningkatkan akses dan kualitas obat-obatan di puskesmas. Dalam mengembangkan inovasi farmasi, puskesmas dapat menjalin kemitraan dengan industri farmasi untuk memperbaiki sistem persediaan dan distribusi obat-obatan. Industri farmasi juga dapat membantu puskesmas dalam meningkatkan pengendalian mutu obat-obatan. Dengan cara ini, puskesmas dapat memastikan bahwa obat-obatan yang digunakan aman dan efektif untuk pasien. Di sisi lain, puskesmas juga dapat membantu industri farmasi dalam melakukan riset dan pengembangan obat-obatan yang lebih efektif dan terjangkau untuk masyarakat. Demikianlah beberapa topik terkait dengan membangun inovasi farmasi di puskesmas untuk kesehatan masyarakat. Dengan mengembangkan inovasi farmasi, puskesmas dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Halo, gue adalah penulis seru yang doyan banget nulis tentang pendidikan, soal, dan tutorial. Gue nggak cuma berbagi ilmu, tapi juga selipin guyonan biar belajar jadi lebih asyik. Yuk, mari kita eksplor dunia pengetahuan sambil ketawa bareng! Halo, gue adalah penulis seru yang doyan banget nulis tentang pendidikan, soal, dan tutorial. Gue nggak cuma berbagi ilmu, tapi juga selipin guyonan biar belajar jadi lebih asyik. Yuk, mari kita eksplor dunia pengetahuan sambil ketawa bareng!

inovasi farmasi di puskesmas